Assalamualaikum WR WB
Baiklah pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi ilmu dengan teman-teman dan semoga ini bermanfaat :)
Salam Electrical Engineer, Apa kabar ?
senang berjumpa kembali di blog Electro Zone ini. Pada kesempatan kali ini saya
akan berbagi mengenai Rectifier, dimana Rectifier adalah alat yang
digunakan untuk mengubah sumber arus bolak-balik (AC) menjadi sinyal sumber
arus searah (DC). Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasanya di bawah
ini.
Pengertian Rectifier
Rectifier adalah alat yang digunakan
untuk mengubah sumber arus bolak-balik (AC) menjadi sinyal sumber arus searah
(DC). Gelombang AC yang berbentuk gelombang sinus hanya dapat dilihat dengan
alat ukur CRO. Rangkaian rectifier banyak menggunakan transformator step down
yang digunakan untuk menurunkan tegangan sesuai dengan perbandingan
transformasi transformator yang digunakan. Penyearah dibedakan menjadi 2 jenis,
penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh, sedangkan untuk
penyearah gelombang penuh dibedakan menjadi penyearah gelombang penuh dengan
center tap (CT), dan penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dioda bridge.
Rectifier merupakan peralatan
elektronika yang digunakan untuk mengubah tegangan listrik AC menjadi DC.
Rectifer dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu ; Rectifier setengah gelombang
dan rectifier gelombang penuh, sedangkan rectifier gelombang penuh masih dibagi
lagi menjadi dua jenis, yaitu Rectifier gelombang penuh dengan menggunakan CT,
dan Rectifier gelombang penuh dengan menggunakan jembatan dioda. Rectifier
dapat digunakan untuk keperluan catu daya pada rangkaian elektronika seperti ;
HT (handy talky), televisi, Pesawat radio CB (Cityzen Band), dan lain-lain.
Ada 3 bagian utama dalam penyearah
gelombang pada suatu power supply yaitu, penurun tegangan (transformer),
penyearah gelombang / rectifier (diode) dan filter (kapasitor) yang digambarkan
dalam blok diagram berikut.
·
Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang
Pada rangkaian diatas, rangkaian penyearah hanya
menggunakan satu buah dioda. Dioda akan berfungsi sebagai kawat pada saat
diberi bias maju maka akan berfungsi sebagai saklar terbuka. Maksud dari bias
maju adalah pada terminal anodanya diberi catu daya positif kemudian terminal
katodanya diberi catu negative. Intinya arus listrik bisa mengalir apabila
searah dengan arah panah, apabila kita pasang berlawanan maka arus tidak bisa
mengalir.
Gelombang masukan yang terdapat pada rangkaian setengah
gelombang adalah gelombang yang berada dibagian bawah, sedangkan gelombang
keluaran adalah yang pada bagian atas. Pada saat siklus positif tegangan yana
jatuh pada terminal output idealnya adalah sama dengan tegangan supply, atau tegangan
supply – 0,7 V (Dioda silicon) serta tegangan supply – 0,3 V (Dioda germanium).
Hal ini terjadi karena dioda diberi bias maju sehingga arus listrik akan
melewati dioda bagaikan seutas kawat. Sedangkan pada saat siklus negative,
tegangan output hampir sama dengan 0 volt dikarenakan dioda diberi bias mundur
(bias reverse) sehingga dioda bekerja bagaikan kawat yang terputus atau saklar
yang terbuka.
·
Rangkaian Penyearah Gelombang
Penuh
Rangkaian ini sangat berbeda dengan rangkaian penyearah
setengah gelombang. Bedanya adalah siklus yang terdapat dalam rangkaian akan
dimanfatkan sebagai gelombang keluaran. Pada rangkaian setengah gelombang ini
juga, siklus negative dari tegangan AC input tidak dimanfaatkan sama sekali.
Sedangkan pada rangkaian penyearah gelombang penuh, siklus negative dari sinyal
input akan tetap lewat dengan mengguankan dioda yang lain. Prinsip kerja
rangkaian gelombang penuh hampir sama dengan rangkaian setengah gelombang,
bedanya adalah penambahan 3 buah dioda untuk bisa melewatkan arus listrik dari
kedua siklus.
Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian penyearah,
semoga pembahasan rangkaian kali ini berguna dan bermanfaat bagi pembaca setia Baca juga artikel rangkaian lainnya.




No comments:
Post a Comment